Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Senjamu, Senjaku.

Gambar
Ya, pemandangan langit sore adalah cuplikan terindah. Dari sudut pandang manapun kau melihatnya, kau akan terpesona oleh gradasi warna yang menghiasi atap bumi ini. Kuning, jingga, merah, merah muda, hingga violet. Bak lukisan abstrak yang tak ternilai harganya. Ada kesan yang mendalam hanya mentap langit yang membara hingga kegelapan pun tiba. Ini hobi lamaku. Sejak kecil aku memang suka memandang langit. Entah saat langit biru bersih bagai lautan yang tenang, saat langit dipenuhi awan-awan yang bergumul membentuk binatang, atau ketika gelapnya langit dimalam hari yang bertaburan bintang-bintang. Bahkan langit yang bergemuruh berpadu hujan rintik pun aku suka. Tentu saja yang jadi favorite-ku adalah langit senja yang jingga.  Aku juga gemar mempelajari rasi bintang dan fenomena langit lainnya. Mungkin karena hobiku itu, aku pun dijuluki 'Si Maniak Astronomi' oleh teman-teman. Dari tatapan mereka pun sepertinya aku hanya makhluk asing bagai alien yang asik dengan dunia...

Got Score

Gambar
"Dug..dug..dug.." Suara itu kembali menggema dari lapangan dekat rumahku. Cepat-cepat kukenakan sepatu basket andalanku dan kuikat kucir kuda rambutku. Itu pasti Im Jaebum! Ya, dalam hal olahraga aku hanya mahir bermain dengan bola bulat yang memantul dengan dinamisnya. Permainan yang tujuannya hanya memasukkan sebuah bola ke dalam keranjang lawan atau menjaga keranjangmu sendiri agar tidak kemasukkan bola lawan. Basket ball! Aku suka basket karena dia! Eh..ah ani .. ani ! Maksudku sejak aku mengenalnya aku semakin mencintai basket. Sungguh. Dulu ketika SMP, aku adalah pemain terbaik di tim basket putri. Tentu saja di SMA aku meneruskan predikat terbaikku itu, hingga akhirnya mendapat gelar captain dan bertemu dengannya. Dia pun seorang captain tim basket putra. Mungkin karena itu aku cukup dekat dengannya, menghabiskan waktu mengatur strategi bersama. "Hey.. Hhh..hh.." Suara bola itu rasanya cukup dekat dari rumah, tapi kenapa aku lari seperti puluhan ...

Hujan

Gambar
Hujan. Rintik hujan itu tak henti - hentinya membasahi bumi ini sejak sang mentari malu - malu menampakkan dirinya. Ini sudah hampir menjelang tengah hari. Namun, secangkir cappuchino panas pun tak dapat membantunya menghangatkan hawa sedingin ini. Gadis itu menyesap kembali secangkir cappuchino yang sudah tinggal setengahnya itu. Kini ia berada di Book Caffe , tempat favoritenya menghabiskan waktu dengan tumpukan tugasnya atau hanya sekedar menikmati dunia fantasinya dalam novel - novel ternama. Matanya memang tertuju pada novel ditangannya yang sudah puluhan kali ia baca. Tetapi, pikirannya tidak pada kisah tersebut. Pikirannya melayang jauh pada kejadian dua hari yang lalu. Cappuchinonya kini sudah tidak mengeluarkan uap lagi. Novelnya pun semakin lecek karena ia hanya membolak - balikkan halamannya saja. Kejadian itu membuat si gadis kutu buku itu melamun terus dan tak hentinya menyunggingkan senyum pada rintik hujan diluar sana. Baginya, kini hujan begitu istimewa. Hujan k...

Love You~

*** Choi Minho dan Song Ji hyun memang sudah saling mengenal sejak SMA, dan tiga tahun berada di kelas yang sama. Pikiran yang sejalan dan adanya kecocokan, membuat mereka dekat, dan mendeklarasikan diri sebagai sepasang sahabat. Sketchbook dan kanvaslah yang menyatukan mereka. Hingga Minho dan Ji hyun berada di satu universitas dan satu fakultas yang sama.   “Pameran lukisan tahun ini sepertinya akan jadi yang terhebat sepanjang sejarah fakultas seni lukis!” seru Minho sambil menyuapkan potongan terakhir dari waffle cokelatnya yang hampir habis “Tentu saja, karena aku ketuanya. Kalau tidak, mungkin pameran kali ini tidak akan berhasil hahaha” ucap Ji hyun percaya diri. Lalu meneguk kembali moccachinno latte-nya “Cih, tingkat percaya dirimu semakin tinggi saja! Tapi kau tidak makan Ji hyun-ah? Seharian ini kau belum makan kan? Kemarin siang pun kau tidak makan. Jangan sampai kau sakit. Kau terlalu sibuk akhir-akhir ini” “iya, iya aku tahu. Tapi aku sedang tidak lapa...